Di Balik Layar Laskar Pelangi 
Simak bagaimana sulitnya menemukan dan memilih 12 anak pemeran Laskar Pelangi dari ribuan anak yang ikut casting.
Memilih buaya (dan siapa pemeran Bodenga sebenarnya) dengan ukuran dan keganasan yang tepat. Tak ketinggalan para "orang belakang layar" yang tanpa mereka, mungkin Laskar Pelangi akan lain ceritanya..
Jika andan telah membaca novel Laskar Pelangi dan kemudian menonton filmnya, buku ini adalah referensi yang "maknyuss.." proses pembuatan film terbanyak penontonnya...
----numpang baca di kosan temen.Dari buku ini aku jadi tahu kenapa di film Laskar Pelangi tiba-tiba nongol tokoh Pak Zul (Slamet Rahardjo), Bakrie (Rifku Wikana), Mahmud (Tora Sudiro), Bapaknya Lintang (Alex Komang)...karena setauku di novelnya kan nggak ada...hmm, jadi pengen nyari buku ini deh. Temenku itu bilang dia dapet pas diskonan, sekitaran 10-20rebu. Semoga di stan Mizan di Pesta Buku Jakarta 2011 ntar ada buku ini (dengan diskon, pastinya)...#ameen
Bagi saya yg sangat menyukai film LP, buku ini cukup memuaskan rasa keingintahuan saya yg cukup besar terhadap kisah di balik pembuatan film LP. Saya yg sangat mencintai pemeran-pemeran LP cilik amat puas dengan adanya bab khusus yg menampilkan keseharian mereka di luar LP, sesuatu yg tidak saya dapatkan di tabloid ketika mengulas film LP - karena tabloid lebih fokus mewawancarai pemeran2 yg sudah terkenal. Selain itu saya juga sangat cinta dengan gambar-gambar yang merepresentasikan behind the

tertawa terpingkal-pingkal saat membaca adegan Harun dlm buku ini..ternyata saya baru tau sebuah film adalah proyek2 yang sangat..sangat besar dan membutuhkan banyak orang yang terlibat di dalamnya..
Sebenarnya saya "emoh" melihat film Laskar Pelangi, saya malas kecewa seperti perasaan kecewa saya saat melihat film Eat Pry Love yang diadaptasi dari buku Eat Pry Love karya Elizabeth Gilbert. Saat itu, saya anggap sutradara Eat Pry Love gagal memviualkan buku dalam bentuk film. banyak hal penting (menurut saya) yang terlewat pada film itu.Sampai akhirnya saya membaca buku ini dan pandangan saya berubah. Buku ini saya temukan di kotak "big sale" di sebuah pameran buku. dan saya hanya perlu
Isi buku ini dapat tergambar jelas dari judulnya. Sejak awal, produksi Laskar Pelangi emang bikin jengkel. Hehe. Kenapa? Karena sedikit sekali media cetak yang mengulasnya secara detail. Seingatku, hanya ada beberapa media yang diberi hak khusus untuk meliput kegiatan syuting. Salah satu media yang ditunjuk khusus itu adalah majalah Femina. Aku sempat beli ketika Femina mengulas mengenai Laskar Pelangi. Sayangnya, tidak banyak informasi yang didapat (yang paling menarik adalah, Tora Sudiro yang
Rita Triana Budiarti
Hardcover | Pages: 159 pages Rating: 3.69 | 61 Users | 8 Reviews

Be Specific About Based On Books Di Balik Layar Laskar Pelangi
| Title | : | Di Balik Layar Laskar Pelangi |
| Author | : | Rita Triana Budiarti |
| Book Format | : | Hardcover |
| Book Edition | : | First Edition |
| Pages | : | Pages: 159 pages |
| Published | : | October 2008 by PT Bentang Pustaka |
| Categories | : | Asian Literature. Indonesian Literature. Nonfiction |
Narrative Conducive To Books Di Balik Layar Laskar Pelangi
Buku ini merupakan rekaman peristiwa-peristiwa penting yang terjadi selama pembuatan film Laskar Pelangi.Simak bagaimana sulitnya menemukan dan memilih 12 anak pemeran Laskar Pelangi dari ribuan anak yang ikut casting.
Memilih buaya (dan siapa pemeran Bodenga sebenarnya) dengan ukuran dan keganasan yang tepat. Tak ketinggalan para "orang belakang layar" yang tanpa mereka, mungkin Laskar Pelangi akan lain ceritanya..
Jika andan telah membaca novel Laskar Pelangi dan kemudian menonton filmnya, buku ini adalah referensi yang "maknyuss.." proses pembuatan film terbanyak penontonnya...
Itemize Books Concering Di Balik Layar Laskar Pelangi
| Original Title: | Di Balik Layar Laskar Pelangi ISBN13 9789791227421 |
| Edition Language: | Indonesian |
| Setting: | Indonesia |
Rating Based On Books Di Balik Layar Laskar Pelangi
Ratings: 3.69 From 61 Users | 8 ReviewsDiscuss Based On Books Di Balik Layar Laskar Pelangi
Gimana gitu fotonya... :-)----numpang baca di kosan temen.Dari buku ini aku jadi tahu kenapa di film Laskar Pelangi tiba-tiba nongol tokoh Pak Zul (Slamet Rahardjo), Bakrie (Rifku Wikana), Mahmud (Tora Sudiro), Bapaknya Lintang (Alex Komang)...karena setauku di novelnya kan nggak ada...hmm, jadi pengen nyari buku ini deh. Temenku itu bilang dia dapet pas diskonan, sekitaran 10-20rebu. Semoga di stan Mizan di Pesta Buku Jakarta 2011 ntar ada buku ini (dengan diskon, pastinya)...#ameen
Bagi saya yg sangat menyukai film LP, buku ini cukup memuaskan rasa keingintahuan saya yg cukup besar terhadap kisah di balik pembuatan film LP. Saya yg sangat mencintai pemeran-pemeran LP cilik amat puas dengan adanya bab khusus yg menampilkan keseharian mereka di luar LP, sesuatu yg tidak saya dapatkan di tabloid ketika mengulas film LP - karena tabloid lebih fokus mewawancarai pemeran2 yg sudah terkenal. Selain itu saya juga sangat cinta dengan gambar-gambar yang merepresentasikan behind the

tertawa terpingkal-pingkal saat membaca adegan Harun dlm buku ini..ternyata saya baru tau sebuah film adalah proyek2 yang sangat..sangat besar dan membutuhkan banyak orang yang terlibat di dalamnya..
Sebenarnya saya "emoh" melihat film Laskar Pelangi, saya malas kecewa seperti perasaan kecewa saya saat melihat film Eat Pry Love yang diadaptasi dari buku Eat Pry Love karya Elizabeth Gilbert. Saat itu, saya anggap sutradara Eat Pry Love gagal memviualkan buku dalam bentuk film. banyak hal penting (menurut saya) yang terlewat pada film itu.Sampai akhirnya saya membaca buku ini dan pandangan saya berubah. Buku ini saya temukan di kotak "big sale" di sebuah pameran buku. dan saya hanya perlu
Isi buku ini dapat tergambar jelas dari judulnya. Sejak awal, produksi Laskar Pelangi emang bikin jengkel. Hehe. Kenapa? Karena sedikit sekali media cetak yang mengulasnya secara detail. Seingatku, hanya ada beberapa media yang diberi hak khusus untuk meliput kegiatan syuting. Salah satu media yang ditunjuk khusus itu adalah majalah Femina. Aku sempat beli ketika Femina mengulas mengenai Laskar Pelangi. Sayangnya, tidak banyak informasi yang didapat (yang paling menarik adalah, Tora Sudiro yang


No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.